Ketemu Gibran, Ini Oleh-Oleh Peserta Magang Kenshusei

Ketua Umum Ikapeksi: Pengalaman Kerja di Jepang Jadi Modal Ekonomi bagi Alumni KenshuseiAudiensi Ikapeksi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Foto: Istimewa)

Alumni Pemagangan Jepang Bawa Etos Kerja dan Keterampilan untuk Indonesia

beritafinansial.com, Jakarta – Alumni pemagangan Jepang membawa “oleh-oleh” berupa etos kerja, keterampilan, dan pengalaman industri. Hal ini dapat mendorong produktivitas ekonomi Indonesia yang dinilai masih membutuhkan penguatan. Ketua Umum Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (Ikapeksi) Pranyoto Widodo menyampaikan hal tersebut.

Pranyoto mengatakan pengalaman bekerja di Jepang tidak seharusnya berhenti sebagai pengalaman individu. Pengalaman itu perlu dikonversi menjadi usaha, produktivitas, dan lapangan kerja setelah alumni kembali ke Indonesia.

“Yang kami bawa dari Jepang bukan hanya penghasilan, tetapi juga etos kerja dan pengalaman. Ketika kembali ke Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk membangun usaha, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Pranyoto dalam audiensi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pranyoto mengatakan para Kenshusei memperoleh pengalaman mengenai kedisiplinan, produktivitas, tanggung jawab, budaya keselamatan, dan pola kerja sistematis selama menjalani pemagangan di Jepang.

Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal sumber daya manusia. Modal itu dapat mendorong aktivitas ekonomi ketika para pekerja kembali ke Tanah Air.

“Alumni Kenshusei memiliki potensi menjadi jembatan antara kebutuhan sumber daya manusia Jepang dengan pembangunan ekonomi Indonesia,” paparnya.

Pranyoto mengatakan pendapatan yang diperoleh pekerja Indonesia di Jepang juga dapat menjadi sumber modal ekonomi. Modal itu berguna bagi keluarga dan usaha ketika mereka kembali ke Indonesia.

Penghasilan tersebut, kata dia, tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Penghasilan itu juga dapat digunakan untuk pendidikan anak, pembangunan rumah, tabungan, dan modal usaha.

Ikapeksi Dorong Pemerintah Perluas Akses Pemagangan

Audiensi Ikapeksi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Foto: Istimewa)

Audiensi Ikapeksi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Foto: Istimewa)

Ikapeksi mendorong pemerintah memperluas akses pemagangan. Program tersebut dapat menjadi jalur peningkatan keterampilan. Program ini juga dapat memperkuat pasokan tenaga kerja terampil.

Bagi dia, kemudahan pembiayaan menjadi penting. Biaya awal pemagangan dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan akses masyarakat terhadap kesempatan kerja di Jepang.

Pranyoto mengatakan organisasinya tidak ingin program pemagangan hanya menghasilkan tenaga kerja untuk pasar Jepang. Program ini juga harus menghasilkan pelaku usaha dan tenaga produktif bagi Indonesia.

“Salah satu program yang dijalankan adalah SMART IKAPEKSI atau Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu. Program tersebut telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Grobogan, Ponorogo dan Cilacap,” paparnya.

Ia juga membangun komunikasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), IM Japan, Japan Foundation, JICA, dan Kedutaan Besar Jepang. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pemagangan.

Pengalaman Kenshusei Jadi Oleh-Oleh Ekonomi

Pranyoto menilai pengalaman Kenshusei dapat menjadi “oleh-oleh” ekonomi. Pemerintah dan dunia usaha mampu mengarahkan keterampilan, jaringan, serta modal alumni menjadi kegiatan produktif di Indonesia.

“Kami ingin pengalaman Kenshusei di Jepang tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Kami ingin pengalaman itu kembali ke Indonesia menjadi produktivitas, menjadi usaha, menjadi lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tegas Pranyoto.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta kementerian terkait memperhatikan masukan tersebut. Beliau juga meminta agar masukan itu dihubungkan dengan program pemerintah.

“Tolong ini jadi perhatian dan disampaikan ke kementerian terkait, ini penting sekali,” kata Gibran kepada stafnya.

Gibran juga mendorong kemudahan pembiayaan bagi peserta pemagangan. Dengan demikian, semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan meningkatkan keterampilan dan masuk ke dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *