Kemenhub Periksa Fasilitas Bandara hingga Operasional Penerbangan Setelah Gempa NTT

Kemenhub Periksa Fasilitas Bandara hingga Operasional Penerbangan Setelah Gempa NTT

Kemenhub Periksa Fasilitas Bandara hingga Operasional Penerbangan Setelah Gempa NTT

Beritafinansial.com, Jakarta – Gempa NTT berdampak pada lima bandara. Kemenhub segera memeriksa fasilitas dan navigasi penerbangan di wilayah terdampak untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional.

Kemenhub melakukan pemeriksaan sebagai langkah mitigasi. Pemantauan menyeluruh mencakup fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak.

“Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandara dan pelayanan navigasi penerbangan terus melakukan pemeriksaan serta pemantauan kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di wilayah terdampak,” ujar Lukman dikutip dari Antara, Minggu (16/8/2026).

BMKG mencatat gempa utama berkekuatan magnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada sekitar 38 km timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer.

Selain itu, gempa susulan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 06.13 WITA. Pusat gempa berada di laut sekitar 46 km timur laut Labuan Bajo, pada kedalaman 10 km.


Lima Bandara Terdampak Gempa

Lima bandara terdampak, yaitu:

  1. Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo

  2. Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman – Ende

  3. Bandar Udara Umbu Mehang Kunda – Waingapu

  4. Bandar Udara Frans Sales Lega – Ruteng

  5. Bandar Udara Soa – Bajawa

Kerusakan meliputi bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, dan fasilitas pendukung lainnya.

Bandar Udara Soa-Bajawa mengalami kerusakan sedang pada runway. Sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung juga rusak, termasuk retakan baru di beberapa titik.

Lima unit pelayanan navigasi penerbangan juga terdampak, yaitu Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng. Seluruh personel dalam kondisi selamat.


Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas

Gempa NTT menyebabkan kerusakan di sejumlah pelabuhan dan Bandara Komodo. (Dok Kemenhub)

Di sejumlah lokasi, gedung tower mengalami kerusakan. Petugas memindahkan pelayanan navigasi ke lokasi yang aman. Kemenhub juga menyiapkan contingency plan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan pelayanan.

“Ditjen Perhubungan Udara menempatkan aspek keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,” tegas Lukman.

Kemenhub terus memeriksa kondisi fasilitas dan infrastruktur bandara. Untuk pengiriman bantuan, Kemenhub menerapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Masyarakat pengguna jasa transportasi udara di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara dan maskapai.


Monitoring dan Koordinasi

Ditjen Perhubungan Udara akan terus memonitor perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.

Kemenhub akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai kondisi bandara, pelayanan navigasi, dan perkembangan operasional penerbangan setelah hasil pemeriksaan terbaru diterima.

Kemenhub menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa bumi di Kepulauan Flores.

Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.


Baca juga berita terkait lainnya di Bencana dan Transportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *